Cara mengajarkan anak untuk mempunyai rasa malu

Cara mengajarkan anak untuk mempunyai rasa malu - kangizal

Sudah sepatutnya sebagai orang tua dan pendidik mengajarkan sikap memiliki rasa malu pada anak sedini mungkin. Bagaimana cara mengajarkan rasa malu pada anak-anak? Rasa malu yang dimaksud dalam konteks ini adalah punya rasa malu dalam hal melakukan sesuatu yang tidak pantas dan tidak wajar dilakukan di depan umum. Rasa malu harus ditanamkan pada anak sejak dini oleh orang tua agar anak mempunyai sopan santun.

Contohnya ketika orang tua khususnya ibu selesai membantu anak mandi, ajarkanlah anak untuk segera menutup aiuratnya ketika keluar dari kamar mandi. Demikianlah juga saat anak ingin buang gas (kentut), membuang kotoran hidup (ngupil) atau hal lainnya yang tidak baik dilakukan di depan umum, hendaknya orang tua ajarkan pula untuk tidak melakukannya di depan umum.

Jika rasa malu sudah ditanamkan dan dipahami anak, maka diusia dewasa nanti anak sudah tertanam pada dirinya secara kuat nilai-nilai kesopanan, paham batasan apa yang pantas dan kurang pantas dalam berbuat suatu hal. Mungkin Ayah dan Ibu masih sering menyaksikan dilingkungan rumah, anak yang sudah usia SD bermain di depan rumah bahkan saat bermain dengan teman-temannya yang kerap memakai baju sekadar kaus dalam dan celana dalam saja. Orang tua dengan santainya membiarkan hal tersebut dan menganggap sebagai sesuatu yang tidak perlu dipermasalahkan.

Penekanan penanaman rasa malu ini tidak saja berlaku bagi anak perempuan dan jug anak laki-laki. Melihat bahwa menutup aurat adalah kewajiban anak perempuan dan anak laki-laki. Tidak heran jika kita lihat anak-anak perempuanlah yang lebih cepat paham dan mengimplementasikan apa yang pantas dan tidak pantas. Karena umumnya anak perempuan lebih banyak porsi mendapatkan perhatian dalam penanaman rasa malu.

Orang tua mungkin masih menyaksikan banyak anak laki-laki yang dibiarkan pipis di sembarang tempat daripada anak perempuan. Hal ini tidak lepas dari kebiasaan orang tua yang memberikan instruksi salah pada anak laki-laki saat ingin buang air kecil di tempat umum. Tentu itu menyebabkan sensor malu pada anak akan tidak efektif, karena kebiasaan-kebiasaan baik yang terlihat sederhana jika tidak diajarkan. Lalu apa saja tips agar memudahkan orang tua mengajarkan rasa malu pada anak?

Pertama, pola kebiasaan orang tua dan lingkungan keluarga. Jika orang tua sudah terbiasa keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk seadanya dan terkesan telanjang, maka dalam hal keseharian anak tidak menutup kemungkinan melakukan hal yang sama. Yang orang tua harus ingat dan pahami adalah contoh orang tua merupakan rujukan model bagi anak.

Kedua, membiasakan memberikan pujian jika anak sudah bisa bersikpa sopan dengan berpakain rapi ketika keluar dari kamar atau saat batuk dan bersin untuk menutup mulutnya.

Ketiga, hindari doktrin anak dengan berlebihan, apalagi sampai memarahi anak ketika di depan umum. Ini akan lebih membekas. Anak dapat merasa tersinggung, dan akhirnya malas-malasan untuk menuruti nasihat ibunya jika ia ditegur di depan umum, nasihai anak saat di kamarnya atau saat ibu memakaikan baju pada anak-anak.

Keempat, memberikan pengertian dan pemahaman pada anak, cari kata-kata dan cara-cara yang pas dengan setiap karakter anak, karena orang tua adalah paling mengenal anaknya. Lakukan dengan berkelanjutan dan jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan anak jika berperilaku tidak pantas.

0 Response to "Cara mengajarkan anak untuk mempunyai rasa malu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel